Terkini

Latest Posts
Browsing Category "Sains"

Mengapa Bayi Sangat Lucu dan Menggemaskan?

- Sunday, February 15, 2015 1 Comment

bayi dan kucing lucu

Anda pasti setuju bahwa bayi manusia sangat lucu dan menggemaskan, bahkan bayi-bayi dari spesies lainpun cenderung memiliki bayi yang juga lucu. Jadi, apa sebenarnya yang menyebabkan kelucuan dari bayi ini?. Apakah ada suatu hal khusus yang dimiliki bayi yang mendorong kita untuk menggendong dan meremas pipinya?

cute monkey babyAkan tetapi, sebuah studi menemukan bahwa monyet ternyata tidak terlalu peduli pada bayinya yang baru lahir, sehingga memunculkan dugaan bahwa perasaan lucu saat melihat bayi adalah sifat yang hanya dimiliki oleh manusia.


baby cutenessTidak seperti spesies lain, ketika lahir bayi manusia sangat bergantung kepada orang tuanya untuk bertahan hidup. Akibatnya, bayi manusia beradaptasi untuk melakukan hal-hal yang lucu dan menggemaskan, sebagai usaha untuk meningkatkan rasa peduli dan perlindungan dari orang tua mereka, sehingga mereka dapat bertahan hidup.



Tapi apa sebenarnya membuat bayi menjadi 'lucu'?, dikenal dengan sebuatan baby schema, yaitu suatu daftar ciri-ciri yang membuat bayi menjadi lucu. baby schema meliputi:
  • - kepala bulat yang besar dibanding dengan dengan tubuhnya, 
  • - mata yang besar, 
  • - pipi yang tembam, 
  • - jidat yang lebar, 
  • - badan yang bulat, dan 
  • - Kulit yang halus

Kebetulan sekali, bayi manusia lahir dengan mata yang besar, kepala dan badan yang bulat, jidat yang lebar, pipi yang tembam, dan kulit yang halus.


Coba anda perhatikan foto diatas, foto mana untuk masing-masing bayi yang lebih lucu? saya yakin sebagian besar akan menjawab foto kanan (high). Foto diatas digunakan dalam sebuah  pengujian, dimana foto-foto bayi, baik itu bayi manusia, kucing, atau anjing, dimanipulasi agar lebih mendekati baby schema. Peserta tes menganggap foto yang telah dimanipulasi lebih lucu dan mereka lebih termotivasi untuk merawat bayi tersebut. Bahkan pada kasus ketika bagian depan mobil dirubah agar mendekati baby schema, seperti membuat lampunya lebih besar dan bulat (untuk meniru mata besar), peserta tes merasakan respon yang lebih positif.

Sebenarnya semua ini berawal dari otak kita, ketika kita melihat bayi yang lebih mendekati baby schema, sistem "mesocorticolimbic" pada otak kita akan aktif. Bagian otak ini bertanggung jawab meningkatkan antisipasi untuk penghargaan terhadap suatu hal, yang dapat mendatangkan rasa gembira, motivasi untuk merawat sesuatu, dan dorongan untuk memegang atau memeluk suatu objek.

Jadi, tertarik untuk memiliki bayi?


Mengapa Kita Menyukai Bau Kentut Kita Sendiri?

- Saturday, February 14, 2015 1 Comment
bau kentut

Setiap hari, manusia menghasilkan sekitar 70 miliar kentut - yang berarti kira-kira 10 diantaranya adalah milik anda! Tapi kenapa rasanya kentut kita sendiri tidak sebau kentut orang lain? Mengapa
kita menyukai bau kentu kita sendiri?

Kita 'akrab' dengan bau kentut kita sendiri

we love fart
Walaupun terdengar lucu, ilmuan telah membuktikan melalui sebuah uji mencium bau dengan mata tertutup, bahwa kita lebih menyukai bau kita sendiri daripada bau orang lain.

Sederhananya, semakin akrab kita dengan sesuatu, apakah itu lagu, gambar atau bahkan bau, maka semakin kita menyukainya. Dan karena populasi bakteri yang menghasilkan bau di tubuh kita berbeda antar individu, meyebabkan kentut kita  memiliki 'merek' (bau) yang unik, dimana hanya hidung kita yang bisa membedakannya.

Rasa jijik pada bau orang lain adalah bentuk pertahanan diri

Dilihat dari sudut pandang evolusi, reaksi jijik kita terhadap bau orang lain kemungkinan merupakan upaya otak kita untuk mencegah diri kita membahayakan tubuh kita sendiri; khususnya jika berinteraksi dengan sumber penyakit. Secara kebetulan, kebanyakan benda yang berbau tidak sedap biasanya tidak baik untuk tubuh kita, dan jika risiko penyakit yang ditimbulkan semakin besar, maka respons kita akan semakin intens. Misalnya ketika kita melihat kotoran kucing di gang-gang dekat rumah, secara otomatis tubuh kita akan berusaha menghidarinya.

Kentut dapat meyebarkan penyakit

disease fart
Secara mengejutkan, ternyata kentut dapat menyebarkan penyakit. Bahkan, ada banyak kasus yang melaporkan bahwa kentut menyebarkan bakteri Streptococcus pyogenes, sebuah patogen yang dapat menyebabkan tonsilitis (radang amandel), scarlet fever (skarlatina), sakit jantung dan bahkan penyakit yang dapat memakan daging anda.

Patogen ini dikeluarkan dalam bentuk materi/partikel kotoran di udara. Tentu saja hal ini hanya akan menjadi masalah jika kita hidup dalam keadaan telanjang seperti nenek moyang kita, sedangkan bagi kita yang saat ini sudah memakai celana dan daleman, kentut bukanlah menjadi suatu ancaman.

Kita beradaptasi pada bau tubuh kita


Untung saja kita beradaptasi untuk menyukai bau tubuh kita, jadi kita dapat membersihkan tubuh kita tanpa rasa jijik. Dengan cara yang sama, seorang ibu juga tidak terlalu jijik pada 'poop' anaknya, sehingga dia dapat membersihkannya tanpa rasa jijik. (Bayangkan jika semua ibu merasa jijik dengan kotoran anaknya).


Tentu saja mungkin sebagian dari anda "merasa bahwa kentut sama sekali bukan merupakan hal yang menjijikkan", dan anda tidak sendirian mengenai hal ini. Persepsi terhadap rasa jijik merupakan kombinasi dari beberapa variabel seperti umur, jenis kelamin, budaya dan bahkan kepribadian. Hal ini sangat besar pengaruhnya, sehingga orang yang cemas biasanya lebih sensitif terhadap bau daripada orang yang suka bertualang dan mencari teman.

Faktor 'kejutan' mempengaruhi respon anda terhadap kentut 

Anterior cingulate cortex, yaitu bagian otak yang memproses rasa kaget, juga sangat berpengaruh terhadap respon anda terhadap kentut, Jika kita sendiri yang kentut, kita sadar, sehingga otak kita dapat mengantisipasi dan mentolerir baunya. Namun ketika seseorang mengeluarkan kentut yang mematikan secara diam-diam di dalam ruangan yang ramai (misalnya kelas),  harapan otak anda tentang kenyataan akan diremukkan oleh rangsangan negatif dari bau kentut, sehingga anda mencium bau yang tidak enak. 




Jadi, jika nanti anda merasa ingin kentut, jangan malu untuk memberi peringatan pada orang di sekitar anda. Kecuali, tentu saja.., jika anda sendirian, maka silahkan anda bersenang-senang dengan bau 'kehormatan' anda.

7 Mitos Mengenai Otak yang Ternyata Salah

- Sunday, February 8, 2015 No Comments


Otak kita adalah sesuatu yang luar biasa dan kompleks, tetapi kurangnya pengetahuan kita mengenai otak memunculkan berbagai macam mitos dari waktu-waktu. Apa saja mitos tersebut? . Check This Out !

"Lebih besar lebih baik"



Slogan ini memang berlaku untuk sebagian organ, tetapi tidak demikian dengan otak. Coba kita lihat otak paus, yang hampir 6 kali lebih besar dari manusia, seketika juga mitos ini terpatahkan. Ya, paus memang hewan yang cerdas, tapi keterampilan kognitif mereka tidak sebanding dengan kita.

Alkohol membunuh sel-sel otak kita



Alkohol tidak benar-benar membunuh sel-sel otak kita. Walau benar alkohol dapat merusak dan membuat penyampaian pesan antar neuron bermasalah, sebagian besar kerusakan tersebut dapat disembuhkan. Demikian pula halnya dengan narkoba, narkoba tidak benar-benar membuat lubang di otak kita. Tetapi beberapa dapat merubah fungsi dan struktur otak kita secara permanen, satu-satunya hal yang dapat membuat lubang di otak kita adalah trauma fisik (misal: kecelakaan). Untungnya otak kita terdiri dari 100 milyar sel (benarkah?).

Otak kita terdiri dari 100 milyar sel



Secara mengejutkan, barulah sampai tahun 2009 ilmuan menemukan jumlah sebenarnya dari sel otak kita, yaitu hampir 86 milyar. Kedengarannya memang hanya berbeda sedikit, tetapi 14 milyar neuron itu setara dengan ukuran keseluruhan otak baboon. Untuk melihat angka ini dalam perspektif yang berbeda, anggap bahwa 1 juta detik adalah 12 hari, sedangkan 1 milyar detik adalah 31 tahun. Jadi perbedaan 14 milyar neuron ini mungkin sama sekali  tidak kecil.

Tapi berapapun jumlahnya, kita tidak bisa menggunakan sel-sel tersebut 100% kan?


Kita hanya bisa menggunakan sekitar 10% dari keseluruhan otak kita



Kebanyakan film dan buku fiksi ilmiah menyesatkan kita dengan membuat kita percaya bahwa kita manusia hanya dapat menggunakan 10% dari otak kita.. yang ternyata hanyalah omong kosong. Kita ucapkan terima kasih kepada teknologi scanning otak modern, sehingga kita bisa tahu bahwa sebenarnya kita menggunakan seluruh otak kita - sepanjang waktu!.

Tetapi belum tentu semuanya sekaligus, misalnya ketika kita berjalan, bagian otak yang berhubungan dengan gerakan akan lebih aktif dibanding bagian lain. Namun, tidak ada bagian dari otak yang sama sekali tidak melakukan apa-apa. Otak mewakili 3% persen dari berat badan kita dan menggunakan 20% persen energinya. Otak kita ternyata sibuk!

Tapi bukankah umumnya kita menggunakan satu sisi otak lebih dari sisi yang lain?


Tipe otak kiri atau otak kanan?



Meskipun anda yakin bahwa jika anda lebih logis atau analitis berarti anda adalah tipe 'otak kiri' , dan jika anda lebih kreatif atau intuitif berarti anda adalah tipe 'otak kanan', hal ini sebenarnya tidaklah benar. Memang benar sisi otak yang berbeda digunakan untuk tugas yang berbeda pula, misalnya bahasa menggunakan otak kiri sedangkan otak kanan membantu untuk membaca emosi, namun studi terhadap ribuan individu tidak menemukan bukti bahwa terdapat dominansi dari otak kiri atau kanan pada seseorang. Dengan kata lain, anda menggunakan kedua sisi secara seimbang.


Manusia memiliki 5 indera





Sesungguhnya kita tidak benar-benar memiliki 5 indera seperti yang selalu diajarkan pada lagu-lagu TK, faktanya, kita memiliki jauh lebih banyak dari itu!. Seperti nociception yaitu indera untuk merasakan sakit, atau proprioception, indera yang mengenai bagaimana tubuh kita diposisikan. Belum lagi indera kesimbangan, indera suhu dan indera untuk merasakan berjalannya waktu.

Imuwan di GE's Global Research Center telah berkolaborasi dengan peneliti dan institusi terkemuka untuk mengungkap wawasan baru tentang fungsionalitas otak. Jika anda tertarik dalam membongkar lebih banyak mitos atau lebih memahami otak, anda dapat mengikuti perkembangannya melalui GE Reports.

Terakhir, jangan lupa subscribe untuk info-info menarik lainnya.

5 Cara 'Gila' Media Sosial Merubah Otak Anda

- No Comments

Situs media sosial telah digunakan oleh 1/3 dari seluruh populasi dunia, menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang besar pada masyarakat. Tetapi apakah sosial media berpengaruh pada tubuh kita? berikut 5 cara media sosial dan internet mempengaruhi otak anda (saat ini).

1. Media sosial membuat anda ketagihan seperti layaknya Narkoba



Coba anda log off dari internet sekarang juga, susah bukan? secara mengejutkan, 5-10% pengguna internet tidak bisa mengontrol seberapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk online. Walaupun hal ini merupakan ketagihan psikologis, bukan ketagihan terhadap benda (misal: alkohol), hasil scan otak kepada orang yang ketagihan internet menunjukkan gangguan pada daerah yang serupa dengan ketagihan obat-obatan. Secara khusus, terdapat penurunan sumsum otak pada daerah yang mengontrol emosi, perhatian dan pengambilan keputusan. Karena media sosial menyediakan 'reward' yang segera hanya dengan sedikit usaha, otak anda mulai 'menata ulang' syaraf-syarafnya, membuat anda menginginkan stimulasi tersebut. Anda akan semakin ketagihan pada kegembiraan ini, dan meminta lebih. Terdengar seperti narkoba bukan?

2. Media sosial menurunkan kemampuan anda ber-multitasking



Media sosial juga menyebabkan pergeseran kepada kemampuan anda ber-multi-tasking, Mungkin anda berpikir bahwa orang yang menggunakan media sosial atau secara konstan berganti antara bekerja dan nge-net lebih baik dalam hal multi-tasking, tetapi studi menemukan bahwa ketika membandingkan pengguna media sosial kelas berat dengan yang lain, mereka lebih kesulitan ketika dilakukan uji untuk melakukan beberapa tugas secara bergantian. Meningkatnya online multi-tasking  mengurangi kemampuan otak anda untuk menyaring interferensi dari luar, dan bahkan membuat otak anda lebih sulit menyimpan infromasi kedalam memory.

3. Media sosial membuat anda terkena phantom vibration syndrome 


Pernahkan anda merasa telepon anda berbunyi di tengah jam kerja. Tunggu...apakah benar telepon anda berbunyi? Sindrom Phantom Vibration merupakan suatu fenomena psikologis baru dimana anda berpikir bahwa anda merasa telepon anda berbunyi, tapi sebenarnya tidak. Dalam sebuah studi, 89% peserta tes mengatakan bahwa mereka mengalami hal ini minimal sekali dalam dua minggu. Sepertinya otak kita sekarang merasa sedikit saja getaran sebagai getaran dari telepon kita. Walaupun terdengar gila, teknologi telah mulai menata ulang sistem syaraf kita - dan otak kita dipicu dalam cara yang tidak pernah ada sebelumnya dalam sejarah.

4. Media sosial meningkatkan narsisme anda



Media sosial memicu pengeluaran hormon dopamin - senyawa kimia yang mengatur rasa senang. Melalui scan MRI, ilmuan menemukan bahwa pusat otak yang mengatur kebahagian seseorang lebih aktif ketika seseorang berbicara tentang diri sendiri, dibanding ketika mendengar orang lain. Hal ini memang tidak mengejutkan, siapa yang tidak senang berbicara tentang dirinya (narsis)?

Tetapi walaupun 30-40% percakapan melalui tatap muka berisi pengalaman pribadi, komunikasi melalui media sosial memiliki presentase pengalaman pribadi yang jauh lebih tinggi, sekitar 80%.Bagian otak anda yang mengatur motivasi, cinta, dan orgasme sama-sama ter-stimulasi oleh penggunaan media sosial, lebih lagi jika posting-an anda di lihat banyak orang. Tubuh kita secara psikologis mengapresiasi narsisme yang kita lakukan.

5. Pasangan yang bertemu melalui media sosial mempunyai hubungan yang lebih langgeng


Suatu studi mengenai hubungan menemukan bahwa pasangan yang pertama kali bertemu melalui media sosial, lebih menyukai satu sama lain dibanding pasangan yang bertemu melalui tatap muka. Entah karena manusia menyukai sesuatu yang anonim atau karena media sosial dapat menggambarkan tujuan hidup seseorang secara jelas. Statistik menunjukkan peningkatan jumlah pasangan yang dimulai lewat pertemuan online.

Jadi, meskipun internet telah merubah cara kita berkomunikasi, dan membuat kita semakin jauh dengan orang-orang sekitar, mungkin orang yang paling penting dalam hidup anda akan berakhir lebih dekat.

Berbicara tentang sosial media, jangan lupa like dan share ya. siapa tau pasangan dalam mimpi berakhir di samping anda (y).